Sebelum memulai sebuah proyek, ada baiknya memahami gambaran umum prosesnya. Halaman ini merangkum tahapan, istilah, dan hal-hal umum seputar dunia konstruksi di Indonesia — sebagai bekal awal sebelum Anda berdiskusi dengan tim kami.
Setiap proyek berbeda detailnya, namun secara umum mengikuti alur berikut — dari perencanaan hingga masa pemeliharaan setelah serah terima.
Diskusi awal untuk memahami kebutuhan, lokasi, batasan anggaran, dan target waktu pengerjaan.
Penyusunan gambar rancangan, spesifikasi teknis, serta estimasi biaya awal berdasarkan kebutuhan yang disepakati.
Pengurusan dokumen dan izin yang relevan sesuai jenis, lokasi, dan skala bangunan — mengikuti ketentuan pemerintah daerah setempat.
Rencana Anggaran Biaya disusun dari volume pekerjaan dikalikan harga satuan material dan upah, menjadi dasar penawaran.
Pekerjaan fisik di lapangan berjalan — dari pekerjaan struktur hingga finishing — sesuai gambar kerja dan jadwal yang disepakati.
Inspeksi rutin memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi, gambar, dan standar keselamatan kerja di lapangan.
Pemeriksaan akhir bersama klien, penyerahan bangunan, dan dokumentasi purna proyek (as built drawing, dsb).
Periode setelah serah terima di mana kontraktor menangani perbaikan atas cacat pekerjaan yang mungkin muncul.
Sekadar pengantar — beberapa istilah umum yang mungkin Anda dengar saat mendiskusikan sebuah proyek konstruksi.
Pastikan kontraktor memiliki dokumen legalitas usaha yang sah dan bisa ditunjukkan, seperti NIB dan SIUJK.
Lihat pengalaman dan proyek yang pernah dikerjakan — apakah sesuai dengan skala dan jenis bangunan yang Anda butuhkan.
Pastikan lingkup kerja, spesifikasi, jadwal, dan rincian biaya dituangkan tertulis sebelum pekerjaan dimulai.
Kontraktor yang baik memberi kabar perkembangan secara berkala dan terbuka membahas kendala di lapangan.
Lanjutkan dengan mengajukan penawaran, atau hubungi tim kami untuk berdiskusi lebih dulu.